Bagi anda yang kebingungan untuk memblokir situs porno berikut ini caranya. Dan cara ini sangat gampang dan gratis. Ok langsung aja yaa.......
Ini adalah hasil copy dari website resminya yaitu NAWALA PROJECT
Nawala Project adalah sebuah layanan yang bebas digunakan oleh pengguna internet yang membutuhkan saringan konten negatif. Nawala Project secara spesifik akan memblokir jenis konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai dan norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian. Selain itu, Nawala Project juga akan memblokir situs Internet yang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising (penyesatan) dan sejenisnya.
Perlindungan pengguna, terutama anak-anak menjadi perhatian utama Nawala Project. Dengan adanya layanan ini diharapkan Internet dapat menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Indonesia untuk mempercepat kemajuan serta kesejahteraan.
Layanan ini sejak awal dirancang untuk menerima masukan langsung dari komunitas internet dan Masyarakat Umum yang menjadi pengguna layanan. Masukan inilah yang ditelaah oleh Tim Nawala Project untuk menentukan apakah sebuah situs layak di filter atau tidak.
Cara memblokir situs porno secara gratis :
1. Masuk Control Panel dan Pilih Network Connection
2. Klik kanan pada Local Area Connection pilih Propertis
3. Double klik "Internet Protocol (TCP/IP)"
4. Isikan DNS nawala pada kolom DNS seperti terlihat gambar di atas, setelah selesai klik Ok
DNS NAWALA :
DNS #1: 180.131.144.144
DNS #2: 180.131.145.145
Artikel ini bersumber dari teman saya Mas Wawan,
Semoga bermanfaat ....
Minggu, 23 Januari 2011
penyebab komputer lambat
Penyebab komputer lambat :
1. Semakin banyak aplikasi yang kita instal ke pc kita bisa menjadi salah satu penyebabnya, oleh itu uninstal aplikasi yang tidak perlu.
2. Jika kita menggunakan antivirus, jangan lupa menghapus temporari virus yang terdetek (virus vault), semakin banyak temporari semakin lambat antivirus bekerja dan pastilah akan menambah beban pc kita.
3. Pastikan pc kita memiliki memori yang cukup, untuk os (sistem operasi) yang kita gunakan.
4. Pastikan pc kita bebas virus, apalagi virus yang bisa menggandakan file seperti brontok.
5. Hapus temporari internet anda, cookies, dll.
6. Selidiki program yang berjalan pada task manager, matikan program yang tidak perlu, dengan blok program dan klik menu and process.
7. Disable starup yang tidak perlu kecuali anti virus.
8. jangan paksakan software di luar spek komputer kita
9. Khusus pemakai Game ... yang Doyan Maen Game ... instal program resresh memory pada Komputernya ... agar ketika loading game dia cepet dan close juga cepet ....
1. Semakin banyak aplikasi yang kita instal ke pc kita bisa menjadi salah satu penyebabnya, oleh itu uninstal aplikasi yang tidak perlu.
2. Jika kita menggunakan antivirus, jangan lupa menghapus temporari virus yang terdetek (virus vault), semakin banyak temporari semakin lambat antivirus bekerja dan pastilah akan menambah beban pc kita.
3. Pastikan pc kita memiliki memori yang cukup, untuk os (sistem operasi) yang kita gunakan.
4. Pastikan pc kita bebas virus, apalagi virus yang bisa menggandakan file seperti brontok.
5. Hapus temporari internet anda, cookies, dll.
6. Selidiki program yang berjalan pada task manager, matikan program yang tidak perlu, dengan blok program dan klik menu and process.
7. Disable starup yang tidak perlu kecuali anti virus.
8. jangan paksakan software di luar spek komputer kita
9. Khusus pemakai Game ... yang Doyan Maen Game ... instal program resresh memory pada Komputernya ... agar ketika loading game dia cepet dan close juga cepet ....
Sabtu, 22 Januari 2011
ELECTRONIC WARFARE (Perang Elektronika/Pernika)
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Elektronika sering digunakan dalam kegiatan dan Operasi Militer seperti dalam sistem komunikasi, sistem penginderaan, sistem kontrol jarak jauh, sistem kendali tembak, sistem senjata dan sistem-sistem lainnya. Oleh karena itu, sering kita mendengar istilah Perang Elektronika atau yang sering disingkat Pernika. Pernika merupakan penggunaan sistem elektronika termasuk gelombang elektromagnetik, infra red, elektro optical untuk mengacaukan sistem elektronika lawan dan untuk melindungi sistem elektronika sendiri, sehingga dapat memperoleh keunggulan medan laga elektronika dan diharapkan dapat menurunkan daya tempur lawan dan meningkatkan daya tempur sendiri.
Apa Itu Pernika ?
Makna Pernika. Menurut pengertian lama Pernika adalah Tindakan Militer yang menggunakan energi elektromagnetik untuk menentukan, memanfaatkan dan mengurangi atau mencegah penggunaan spectrum elektromagnetik lawan serta tindakan untuk menjamin penggunaan spectrum elektromagnetik sendiri.
Pengertian pernika secara universal adalah Tindakan Militer yang berkaitan dengan adu kekuatan Sistem Elektronika antara dua pihak atau lebih yang berhadapan untuk merebut keunggulan Sistem Elektronika guna memperoleh manfaat menurunnya daya tempur lawan dan meningkatnya daya tempur sendiri dalam rangka mendukung tindakan militer berikutnya.
Lingkup Pernika. Lingkup Pernika bisa bersifat taktis dan bisa bersifat strategis tergantung dari sasarannya. Pernika Taktis ditujukan untuk mengacau sistem elektronika satuan lapangan, sistem senjata, pesawat terbang, kapal dan kendaraan militer yang menggunakan Sistem Elektronika. Pernika Strategis ditujukan untuk sasaran sistem elektronika markas besar pasukan lawan, kegiatan kedutaan, sistem elektronika pusat pengendali dan sistem Intelijen lawan. Pernika meliputi :
1. Pernika Awal/Electronic Support Measure (ESM) adalah kegiatan untuk memperoleh data/parameter signal elektronik beserta analisanya. Kegiatannya meliputi, deteksi Radar dan analisanya, kegiatan observasi dan monitoring dan analisanya, mencari arah (Direction Finding) dan analisanya serta aktivitas signal Intelijen/Signal Inteligence (Sigint) dan Human Inteligence (Humint Activities) dan analisanya. Sigint meliputi Electronic Inteligence (Elint) dan Communication Inteligence (Comint).
Pernika Awal bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang Perintah Operasi Elektronika Lawan/The Enemy Electronic Order of the Battle ( EOB). Peralatan yang digunakan adalah Radio Detection and Ranging ( Radar ) termasuk radar untuk mendeteksi lawan atau kawan Identification Friend and Foe (IFF), Sound Navigation and Ranging (Sonar), Infra Red (IR), Electro Optical (EO) system dan Stealth Technology.
2. Perlawanan Elektronika (Wannika)/Electronic counter Measure (ECM) adalah kegiatan untuk menyadap, menipu dan menyesatkan serta menanggung lawan dengan menggunakan sIstem elektronika. Kegiatannya meliputi Jamming dan Hacking/melancarkan serangan virus piranti lunak. Kegiatan Jamming meliputi : noise jamming, sport jamming, barrage jamming, desepsi jamming. Jamming dilakukan pada semua sistem elektronika termasuk sistem komunikasi (sistem kendali tembak, sistem senjata, sistem informasi, sistem penginderaan, sistem Radar, infra red, elektro optikal dan sonar) Peralatan yang digunakan adalah Jammer pada masing-masing sistem, misalnya untuk menjamming sistem kendali tembak digunakan jammer remote control dsb. Hacking untuk merusak sistem komputer lawan dengan mengacaukan piranti lunaknya. Masa inkubasi virus ada yang cepat, sedang dan lambat.
3. Pencegahan perlawanan Eelektronika (Gahwannika)/Electronic counter counter Measure (ECCM). Untuk mencegah lawan melancarkan Wannika, maka dilakukan upaya tersebut diantaranya membuat teknik/sirkit anti jamming misalnya frekuensi hopping, scramble, Radar Warning Receiver (RWR).
Pernika mulai mengemuka di negara maju, pada saat Perang Dunia Kedua yakni sewaktu Kapal frigate Angkatan Laut Inggris menjadi korban misile Jerman, sehingga Wilston Churchill menyebutnya sebagai Wizard War. Saat ini pertempuran elektronika secara besar-besaran dilakukan oleh para engineer dan teknisian kedua belah pihak. Sehingga boleh dikatakan bahwa perang dunia kedua merupakan awal era penggunaan teknologi elektronika untuk kepentingan militer.
Perkembangan Pernika Berikutnya. Perang Timur Tengah 1973. Israel banyak mengalami kerugian akibat serangan Misile Mesir buatan Uni Soviet SA-6 yang dilengkapi dengan anti jamming. Radar-radar menggunakan berbagai jenis antene untuk memperoleh efektifitas pancaran, misalnya : antene Marconi S613, untuk memperoleh cakupan azimuth yang luas dan elevasi yang tepat. Radar APG 65 yang dipasang di moncong F-18 Hornet menggunakan antene yang kompak dan kecil.
Perang Teluk/Gulf war. Dalam Gulf war, Amerika Serikat menggunakan Pernika yang sangat mengagumkan. Sebelum serangan udara, semua sistem elektronika tentara Irak di Jamming, sehingga keandalan peluru kendali Scud buatan Rusia yang digunakan oleh Irak dapat dihilangkan. Peluru kendali Patriot buatan Amerika dapat mencegat peluru kendali Scud. Demikian pula peluru kendali Tomahawk yang dibawa oleh kapal perang Amerika Missouri dan Wisconsin dilengkapi dengan alat sensor canggih sehingga dapat mendeteksi sasaran dengan cermat. Begitu pula Amerika telah mengoperasikan lebih dari 30 buah satelit. Tidak kurang dari 7 satelit beroperasi diatas Irak untuk kepentingan pengintaian udara (Satelit Key Hole/KH) yang dapat mendetek obyek dibumi sebesar bola kaki dari ketinggian 800 KM. Satelit signal Inteligence yang dapat memonitor pembicaraan radio Tentara Irak, dengan lebar antene hampir setengah lapangan sepak bola. Satelit mata-mata yang diorbitkan diatas Samudera Indonesia, dapat mengawasi kilatan rudal dalam waktu sepersepuluh detik dikirim secara cepat dan serentak ke stasiun bumi Angkatan Udara Australia yang berada di Woomera dan US Space Command,s Missile Warning Center yang berada di pegunungan Cheyenne Colorado. Di SCMWC signal diolah dan dipilih serta dipisahkan untuk menentukan rudal dan sasaran yang dituju, dan mengirim kembali ke satelit di kawasan Teluk. Kegiatan ini berlangsung selama empat sampai lima menit sebelum rudal menghantam sasaran selama 7 menit. Amerika juga memiliki peluru kendali anti Radar, Smart Bomb dan juga alat penghancur lainnya dan dikendalikan oleh Infra Red, laser, elektronik optical dan radar. Amerika juga mempunyai radar Jammer Ravens yang dipasang di moncong pesawat tempur EF-111. Pesawat tempur F-15 Eagle dan Tornado GR-1 (milik Inggris, Royal Air Force/RAF) dilengkapi sistem eletronik yang dapat melindungi kemungkinan serangan musuh dan pengacak signal untuk membutakan radar musuh.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Elektronika sering digunakan dalam kegiatan dan Operasi Militer seperti dalam sistem komunikasi, sistem penginderaan, sistem kontrol jarak jauh, sistem kendali tembak, sistem senjata dan sistem-sistem lainnya. Oleh karena itu, sering kita mendengar istilah Perang Elektronika atau yang sering disingkat Pernika. Pernika merupakan penggunaan sistem elektronika termasuk gelombang elektromagnetik, infra red, elektro optical untuk mengacaukan sistem elektronika lawan dan untuk melindungi sistem elektronika sendiri, sehingga dapat memperoleh keunggulan medan laga elektronika dan diharapkan dapat menurunkan daya tempur lawan dan meningkatkan daya tempur sendiri.
Apa Itu Pernika ?
Makna Pernika. Menurut pengertian lama Pernika adalah Tindakan Militer yang menggunakan energi elektromagnetik untuk menentukan, memanfaatkan dan mengurangi atau mencegah penggunaan spectrum elektromagnetik lawan serta tindakan untuk menjamin penggunaan spectrum elektromagnetik sendiri.
Pengertian pernika secara universal adalah Tindakan Militer yang berkaitan dengan adu kekuatan Sistem Elektronika antara dua pihak atau lebih yang berhadapan untuk merebut keunggulan Sistem Elektronika guna memperoleh manfaat menurunnya daya tempur lawan dan meningkatnya daya tempur sendiri dalam rangka mendukung tindakan militer berikutnya.
Lingkup Pernika. Lingkup Pernika bisa bersifat taktis dan bisa bersifat strategis tergantung dari sasarannya. Pernika Taktis ditujukan untuk mengacau sistem elektronika satuan lapangan, sistem senjata, pesawat terbang, kapal dan kendaraan militer yang menggunakan Sistem Elektronika. Pernika Strategis ditujukan untuk sasaran sistem elektronika markas besar pasukan lawan, kegiatan kedutaan, sistem elektronika pusat pengendali dan sistem Intelijen lawan. Pernika meliputi :
1. Pernika Awal/Electronic Support Measure (ESM) adalah kegiatan untuk memperoleh data/parameter signal elektronik beserta analisanya. Kegiatannya meliputi, deteksi Radar dan analisanya, kegiatan observasi dan monitoring dan analisanya, mencari arah (Direction Finding) dan analisanya serta aktivitas signal Intelijen/Signal Inteligence (Sigint) dan Human Inteligence (Humint Activities) dan analisanya. Sigint meliputi Electronic Inteligence (Elint) dan Communication Inteligence (Comint).
Pernika Awal bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang Perintah Operasi Elektronika Lawan/The Enemy Electronic Order of the Battle ( EOB). Peralatan yang digunakan adalah Radio Detection and Ranging ( Radar ) termasuk radar untuk mendeteksi lawan atau kawan Identification Friend and Foe (IFF), Sound Navigation and Ranging (Sonar), Infra Red (IR), Electro Optical (EO) system dan Stealth Technology.
2. Perlawanan Elektronika (Wannika)/Electronic counter Measure (ECM) adalah kegiatan untuk menyadap, menipu dan menyesatkan serta menanggung lawan dengan menggunakan sIstem elektronika. Kegiatannya meliputi Jamming dan Hacking/melancarkan serangan virus piranti lunak. Kegiatan Jamming meliputi : noise jamming, sport jamming, barrage jamming, desepsi jamming. Jamming dilakukan pada semua sistem elektronika termasuk sistem komunikasi (sistem kendali tembak, sistem senjata, sistem informasi, sistem penginderaan, sistem Radar, infra red, elektro optikal dan sonar) Peralatan yang digunakan adalah Jammer pada masing-masing sistem, misalnya untuk menjamming sistem kendali tembak digunakan jammer remote control dsb. Hacking untuk merusak sistem komputer lawan dengan mengacaukan piranti lunaknya. Masa inkubasi virus ada yang cepat, sedang dan lambat.
3. Pencegahan perlawanan Eelektronika (Gahwannika)/Electronic counter counter Measure (ECCM). Untuk mencegah lawan melancarkan Wannika, maka dilakukan upaya tersebut diantaranya membuat teknik/sirkit anti jamming misalnya frekuensi hopping, scramble, Radar Warning Receiver (RWR).
Pernika mulai mengemuka di negara maju, pada saat Perang Dunia Kedua yakni sewaktu Kapal frigate Angkatan Laut Inggris menjadi korban misile Jerman, sehingga Wilston Churchill menyebutnya sebagai Wizard War. Saat ini pertempuran elektronika secara besar-besaran dilakukan oleh para engineer dan teknisian kedua belah pihak. Sehingga boleh dikatakan bahwa perang dunia kedua merupakan awal era penggunaan teknologi elektronika untuk kepentingan militer.
Perkembangan Pernika Berikutnya. Perang Timur Tengah 1973. Israel banyak mengalami kerugian akibat serangan Misile Mesir buatan Uni Soviet SA-6 yang dilengkapi dengan anti jamming. Radar-radar menggunakan berbagai jenis antene untuk memperoleh efektifitas pancaran, misalnya : antene Marconi S613, untuk memperoleh cakupan azimuth yang luas dan elevasi yang tepat. Radar APG 65 yang dipasang di moncong F-18 Hornet menggunakan antene yang kompak dan kecil.
Perang Teluk/Gulf war. Dalam Gulf war, Amerika Serikat menggunakan Pernika yang sangat mengagumkan. Sebelum serangan udara, semua sistem elektronika tentara Irak di Jamming, sehingga keandalan peluru kendali Scud buatan Rusia yang digunakan oleh Irak dapat dihilangkan. Peluru kendali Patriot buatan Amerika dapat mencegat peluru kendali Scud. Demikian pula peluru kendali Tomahawk yang dibawa oleh kapal perang Amerika Missouri dan Wisconsin dilengkapi dengan alat sensor canggih sehingga dapat mendeteksi sasaran dengan cermat. Begitu pula Amerika telah mengoperasikan lebih dari 30 buah satelit. Tidak kurang dari 7 satelit beroperasi diatas Irak untuk kepentingan pengintaian udara (Satelit Key Hole/KH) yang dapat mendetek obyek dibumi sebesar bola kaki dari ketinggian 800 KM. Satelit signal Inteligence yang dapat memonitor pembicaraan radio Tentara Irak, dengan lebar antene hampir setengah lapangan sepak bola. Satelit mata-mata yang diorbitkan diatas Samudera Indonesia, dapat mengawasi kilatan rudal dalam waktu sepersepuluh detik dikirim secara cepat dan serentak ke stasiun bumi Angkatan Udara Australia yang berada di Woomera dan US Space Command,s Missile Warning Center yang berada di pegunungan Cheyenne Colorado. Di SCMWC signal diolah dan dipilih serta dipisahkan untuk menentukan rudal dan sasaran yang dituju, dan mengirim kembali ke satelit di kawasan Teluk. Kegiatan ini berlangsung selama empat sampai lima menit sebelum rudal menghantam sasaran selama 7 menit. Amerika juga memiliki peluru kendali anti Radar, Smart Bomb dan juga alat penghancur lainnya dan dikendalikan oleh Infra Red, laser, elektronik optical dan radar. Amerika juga mempunyai radar Jammer Ravens yang dipasang di moncong pesawat tempur EF-111. Pesawat tempur F-15 Eagle dan Tornado GR-1 (milik Inggris, Royal Air Force/RAF) dilengkapi sistem eletronik yang dapat melindungi kemungkinan serangan musuh dan pengacak signal untuk membutakan radar musuh.
Langganan:
Postingan (Atom)